Selasa, 18 Februari 2020

Empat Hewan Ternak Aceh Ini Disahkan Jadi Bibit Unggul Nasional

Bukan Warteg Biasa

Bisa jadi berikut warung Tegal (Warteg) paling tersohor se-Ibu Kota. Saban hari, seputar 500 konsumen singgah disana. Supir angkot, karyawati, sampai deretan selebritas jadi konsumen setia masih warung ini. Selebritas yang seringkali nongkrong di warung ini diantaranya Group Band Republik, ST 12, Changcutters, sampai pelawak yang anggota DPR Eko Patrio.

Piol, 64 tahun, sang pemilik, belum pernah mengimpikan upayanya berkembang seperti saat ini. Boro-boro memakai taktik dagang, kapan ia mulai upayanya juga ia tidak ingat. Ia cuma ingat merantau dari kampungnya di Tegal, Jawa Tengah serta datang di Jakarta waktu Presiden Soeharto baru dikukuhkan atau seputar 1967. Bersama dengan suaminya, Patumu, ia berjualan kopi serta gorengan di bilangan Tebet. Sasaran pasarnya, tukang becak.

Bermodal utang sana-sini, yang banyaknya telah ia lupakan, Piol berkongsi dengan abangnya, Dasir, 65, membangun Warung Tegal di pojok Jalan Tebet Raya serta Tebet Timur, Jakarta Selatan. “Waktu itu cocok Pak Harto ingin buat Pemilu pertama (1971), gw ingat sebab cocok membuka warung diminta ke kantor kelurahan bikin buat KTP,” kata nenek dua cucu ini. Sasaran pasarnya, masih tukang becak.

Tahun pertama Warteg ini berdiri memang terganggu. Beberapa tukang becak emoh singgah ke warung mereka. “Soalnya juragannya membuka warung nasi, jadi dilarang beli makan di lain tempat,” kata Piol tersenyum.

Mengakibatkan, warung baru kepunyaannya sepi konsumen. “Nunggu yang beli sampai ngantuk,” katanya. Tetapi tidaklah sampai terlintas kemauan tutup upayanya. “Mau makan apalagi, wong modal telah habis,” kata Piol.

Kestabilan tetap membawa hasil. Mereka lihat kesempatan di saat malam. Tukang becak yang kerja sampai tengah malam, serta sampai pagi, perlu pengisi perut. Tanpa ada ingat tahun berapakah, Warteg Jadi Jaya mulai membuka 24 jam. Sasarannya, tukang becak yang sedang shift malam. “Yang menjaga gantian, jika gw sama suami siang, bermakna kakak sama istrinya, malam,” kata Piol.

Dari shift malam warungnya mulai mendapatkan konsumen setia masih. “Siangnya memulai ramai,” kata Piol. Pelanggannya terus makin bertambah. Dua suami istri itu kerepotan layani konsumen serta mulai mempekerjakan karyawan.

Satu antaranya Wajang Zaki, tetangga di muka rumah Piol di Sidakaton, Tegal, yang mulai kerja pada 1996. Ia menjelma jadi simbol disana. Nama Jadi Jaya, hampir belum pernah terekam di ingatan konsumen setia. Konsumen setia lebih kenal warung itu dengan panggilan Warmo atau Warung Mojok. “Entah mengapa gw dipanggil Warmo,” kata Zaki.

Karyawan terus tumbuh bersamaan semakin jumlahnya konsumen setia. Saat ini warung itu mempekerjakan 22 karyawan, yang dibagi jadi dua waktu kerja. “Pagi 14 orang, malam 8 orang,” tutur Zaki alias Warmo, yang didampuk jadi kepala pelayan.

Menurut dia, keunggulan warung itu terdapat pada komplitnya menu. Dibalik etalase, berderet 80 type masakan. Dari mulai gulai nangka, sayur sop, ayam goreng, telur asin, rempeyek udang, dan sebagainya. Itu masih ditambah lagi bermacam type kerupuk, minuman, serta pisang fresh yang bergantung di atas etalase. “Jadi orang yang hadir terus tidak akan bosen,” kata Warmo. Semua menu datang dari resep Ibu Piol.

Muhamad Farid, 37 tahun, jadi berlangganan Warmo semenjak lima tahun paling akhir. Karyawan perusahaan agen perjalanan di Jalan Tebet Raya itu hampir tetap makan siang disana. Faktanya, “menunya super lengkap,” tuturnya. Jadi, ia meneruskan, setiap kali hadir pengunjung dapat pilih menu yang berlainan.

Satu hari, Warmo dapat habiskan 50 kg beras serta 20 ekor ayam. “Kalau ada menu yang habis, langsung dibuat ,” tutur Warmo. Sore itu Tempo mengudap nasi plus gulai usus serta paru goreng seharga Rp 14 ribu. Warmo menolak tuduhan warungnya mahal. Menurut dia, harga sepiring nasi plus telur hanya Rp 5000. “Sama dengan Warteg lain,” tuturnya.

Tetapi harga dapat membengkak. Masalahnya banyak konsumen yang tidak tahan lihat beberapa macam makanan tersaji di muka mata. “Kalau comot ini comot itu ya jadi mahal,” kata Warmo.

Penghasilan warung mungil itu termasuk hebat. “Kami tidak ada sasaran, tetapi Rp 10 juta per bulan sich bisa,” tutur Warmo. Sayang, ia malas mengatakan untung bersihnya. “Itu internal,” tuturnya, tersenyum.

Yang pasti, penghasilan dapat makin bertambah dari sponsor. Di warung padat konsumen itu terpajang minimal dua iklan, yakni produk minuman di papan nama serta obat gosok di kaus seragam pelayan.

Waktu seisi warung repot serta uang mengalir ke pundi, Piol kelihatan enjoy di dapur. Kenakan daster lengan pendek serta penutup rambut, ia tidak paham resep kesuksesan. “Mungkin hanya sebab Tuhan kasihan lihat gw,” kata si nenek. Warung itu sudah mengubah hidupnya. Dari pasangan tidak bersekolah di akhir 1960-an jadi orangtua yang sedang menyekolahkan anaknya di kampus swasta di 2010. Piol serta suaminya, Patumu, 64 tahun, sudah beli rumah Tebet serta naik haji pada 1997.

Mungkin kesederhanaan yang menjadi kunci kesuksesan. Menurut anak buahnya, tidak ada yang beralih pada bosnya. “Gak pernah bertingkah atau kelihatan seperti orang kaya,” kata Warmo. Piol sering kenakan daster lusuh di warung, seperti waktu pertama ia layani konsumen, lebih 40 tahun kemarin.

Matahari turun ke peraduan. Akan menunaikan beribadah magrib, si nenek pamit ke tempat tinggalnya di Gang Trijaya Tebet Barat, seputar 1 km. dari warung, berjalan kaki.

Reza M

Dari Tukang Becak Sampai Anggota DPR

Air liur Eko Indro Purnomo, 39 tahun, langsung ada waktu dengar nama Warmo. Deretan menu kegemarannya seolah terbentang di muka mata, mulai tempe goreng, gulai cumi, sampai telur asin. “Ah, buat gue pingin makan saja,” tuturnya pada Tempo, Kamis pertengahan Maret kemarin.

Ia pertama-tama berkunjung ke Warung Tegal Warmo Jadi Jaya seputar 1999. Awalannya, ia kesusahan cari penawar lapar selesai kerja larut malam. Maklum rumah produksi Ekomando kepunyaannya sering lembur sampai larut. “Kebanyakan tempat makan jam 10 malam telah pada tutup,” kata pria yang akrab dipanggil Eko Patrio itu. Lebih, seleranya ciri khas Indonesia: nasi jadi menu harus.

Warung Tegal yang membuka 24 jam jadi jalan keluarnya. Sebab jarak warung serta rumah produksi Eko cuma seputar 2 km., ia lalu seringkali makan disana. Terkadang ajak kerabatnya dari Group Lawak Patrio: Parto serta Akrie.

Eko mempunyai langkah spesial nikmati makanan di Warmo, yakni mengeduk nasi dengan beberapa macam kuah sayur, lalu dibumbuhi kecap. “Lauknya apa saja, jika dirames demikian tentu enak,” katanya, sambil menelan ludah.

Kesukaan pada Warmo tidak luntur walau ia sudah duduk di bangku terhormat di Dewan Perwakilan Rakyat. Anggota Komisi X dari Partai Mandat Nasional ini paling akhir makan disana Sabtu (13/3) malam lalu bersama dengan istrinya, Viona Rosalinda.

Meskipun sudah seringkali ajak rekanan dunia hiburannya makan di Warmo, Eko belum ajak partnernya di DPR mencicip sajian di Warteg yang terdapat di Simpang Jalan Tebet Raya serta Tebet Timur itu. “Mungkin kelak, jika habis rapat DPR yang sampai malam serta rekan-rekan pada lapar,” tuturnya, tersenyum.

Wajang Zaki alias Warmo, 35 tahun, kepala pelayan disana menjelaskan deretan pesohor sering singgah di warungnya. Dari mulai pelantun dangdut populer Iis Dahlia sampai group musik pendatang baru Republik, dari aktor tampan Tengku Ryan sampai pembawa acara Ivan Gunawan. Menurut Warmo, kehadiran warungnya menyebar dari mulut ke mulut. “Kalau konsumen setia senang, mereka akan narasi, jadi tak perlu pasang iklan,” katanya, bangga.

Walau warungnya bertabur bintang, Warmo mewanti-wanti bawahannya tidak untuk membeda-bedakan konsumen setia. Dari mulai sopir angkot sampai anggota DPR kudu dilayani sama dengan. “Saya tidak pernah dilayanin spesial, jika penuh ya ngantri,” kata Eko Patrio.

Pemilik warung, Ibu Piol, 64 tahun, tidak memusingkan warungnya didatangi selebritas. Ia serta tidak tahu pesohor-pesohor yang menjadi fans masakannya. “Saya mah jika artis tahunya Mak Wok sama Benyamin S,” katanya, polos.

Reza M

"

Dongkrak Populasi Kulon Progo Targetkan 16 800 Sapi Bunting

Jakarta - Tiga perusahaan pakan ternak lakukan ekspansi dengan membuat pabrik baru tahun ini, bersamaan perkiraan perkembangan industri pakan ternak nasional yang sekitar 6-7 %. Beberapa pabrik pakan itu yaitu pabrik pakan ternak punya CJ Grup di Banjar Baru Kalimantan Selatan, New Hope Grup di Makasar, serta Cargill di Kraton Jawa Timur. Pembangunan tiga pabrik itu berarti meningkatkan jumlahnya pabrik pakan ternak di Tanah Air jadi 90 pabrik pakan ternak. Ketua Kombinasi Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto B. Utomo mengemukakan perkembangan usaha pakan ternak sampai 10-12 % sepanjang tujuh tahun paling akhir. Ini didorong menambahkan populasi dari breeding farm, hingga memerlukan pakan makin banyak. “Dengan daya beli yang lebih baik ikut menggerakkan keinginan serta mengonsumsi produk unggas. Pada 2020, produksi pakan ternak diperkirakan 27,6 juta ton per tahun,”ujarnya, Senin, 17 April 2017. Tiga pabrik itu memiliki produksi rata-rata 300.000 - 500.000 ton per tahun dengan investasi US$40-US$60 per ton. Pada tahun awalnya, empat pabrik pakan dibuat yaitu New Hope Grup di Lampung serta Semarang, Malindo Feedmill di Makasar, serta CJ Grup di Semarang. Meskipun begitu, industri pakan selama setahun ini hadapi rintangan lebih berat sebab tekad Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang tidak meluluskan import jagung. Jagung berperan 50 % bahan baku penting pakan ternak. BACA : DOC Ayam Joper Jawa Tengah Pengetatan import jagung mulai dirasa semenjak tahun kemarin dimana volume import jagung pada 2016 dibatasi 850.000 ton, turun mencolok dibandingkan tahun awalnya sekitar 3,1 juta ton. Sesaat, trend memperlihatkan keinginan jagung terus naik bersamaan bertumbuhnya industri pakan ternak. Rintangan lain, tambah Desianto, pengetatan import jagung ikut menaikkan harga jagung lokal tambah tinggi. Serta, ia menyebutkan harga jagung di Tanah Air paling tinggi di dunia yaitu Rp4.700, jauh tambah tinggi dari harga jagung dunia yang cuma Rp3.100. Mengakibatkan, harga jagung ikut menaikkan harga pakan jadi tambah tinggi, yang berimbas pada Harga Inti Produksi. Dengan begitu, menurut dia, penting buat pemerintah pastikan swasembada jagung pada harga jual yang bersaing. Berarti keperluan jagung benar-benar penting di industri ini. Sekitar 72 % pakan di pabrik pakan untuk pakan ayam. Serta 50 % itu disumbang oleh jagung, tuturnya.

Sabtu, 23 November 2019

Ini Postingan Petinggi Go-Jek soal LGBT yang Berkembang Viral

Ini Posting Pejabat Go-Jek masalah LGBT yang Berkembang Viral

TEMPO.CO, Jakarta - Ajakan untuk meniadakan aplikasi pemesanan service transportasi online Go-Jek masih besar serta viral. Sampai sekarang cukup banyak netizen yang tunjukkan sikap anti-pati atau pro akan rumor barisan Lesbian, Gays, Biseks, serta Transgender atau LGBT yang dikampanyekan internal oleh Go-Jek di akhir minggu kemarin.

Apa sebetulnya yang menyebabkan netizen ramai-ramai mengutarakan kekesalannya serta putuskan untuk mengatakan #UninstallGojek itu? Sampai sekarang, di linimasa Twitter tertera 11.400 orang lebih memberi komentar dengan hashtag itu.

Awalannya ialah pengakuan dari Vice President Go-Jek, Brata Santosa lewat status Facebook-nya pada Kamis malam minggu lalu, 11 Oktober 2018. Berikut penampilan pengakuan Brata di Facebook gambarnya viral yang menyebar lewat sosial media:

On this Coming Out Day, I'm very bahagia and honored to have launched a very important internal campaign of GOinALLin @GO-JEK--I'm bahagia to say that GO-JEK is taking diversity & inclusion matter to the next level by the adoption of non-discrimination policy towards the underrepresented grup id LGTB despite of being and Indonesian company.

We had 30+ LGBT employees and Allies profiled and shared what self-acceptance, freedom, authenticity, freedom, and equality means to them gallery-walk model across the office lounge. (+rainbow ice krim treats!); amazingly we have more than 300+ Allies signed up within 3 hours by taking the foto pledge.

To quote Nadiem the founder himself, In my opinion, if you are intolerant of diversity, you don't reallu belong in GO-JEK.""

#lifeatgojek

Tetapi saat Tempo berupaya cari posting itu di situs Facebook ini hari tidak kelihatan account dengan nama Brata Santoso. Tetapi di gambar posting itu menyebar luas dalam penelusuran di Internet.

Photo screenshoot dari posting Brata itu yang selanjutnya menggerakkan cukup banyak netizen mengatakan untuk meniadakan aplikasi Go-Jek dari telephone pandai. Netizen yang tidak sepakat dengan LGBT lalu mengatakan pergerakan #UninstallGojek jadi bentuk penampikan.

Mochamad James contohnya. ""Baik ... sebab Go Jek dengan terbuka telah memberi dukungan ElGeBeTe ... walau masih ada saldo nya, silahkan kita #uninstallgojek."" seperti diambil dari cuitan @mjamesf pada 12 Oktober 2018.

"

Jumat, 25 Oktober 2019

Nama yang Membawa Hoki

Nama yang Bawa Hoki

TEMPO Interaktif, Jakarta: Delapan tahun kemarin Septian Harriyoga, 31 tahun, Dianing Mahdiawaty, 27 tahun, serta tiga rekan sewaktu kuliah di Fakultas Seni Rupa serta Design Institut Tehnologi Bandung meniti Java Craft.

Septian serta Dianing, yang baru masuk pada 2004, coba melakukan bisnis pengerjaan beberapa barang cendera mata. Tetapi, usaha mereka tidak maju-maju.

Sampai April kemarin. Saat itu Dianing tengah melihat-lihat pameran property di gedung Landmark, Bandung, serta berjumpa dengan satu orang lelaki tua, G.B. Weking. Di pameran itu Weking jual buku-buku masalah usaha serta peruntungan. Tujuannya beli buku, tetapi dia justru ditanya-tanyai oleh Weking masalah bisnisnya.

Sesudah menceritakan masalah Java Craft, dia dianjurkan mengubah upayanya dengan nama lain yang terdiri atas delapan huruf, bila ingin sukses.

Tanpa ada fikir panjang, pada akhirnya tiga hari selanjutnya dia mengubah nama Java Craft dengan Cinnabar. Bisnisnya sich masih sama: kerjakan design interior, cendera mata, serta komponen estetik.

Hasil kreasinya tetap sama, yaitu menggabungkan faktor kayu, logam, batu, atau bahan sintetis. Dia serta suaminya juga masih berkarya di studio yang sama di Jalan Pagersari, Bojong Koneng, Bandung. Cuma namanya yang bertukar.

Tetapi, semenjak bertukar nama, pesanan seperti patung batu, logam, serta plakat memang mengalir deras. Khususnya sepanjang lima bulan paling akhir. Semenjak ubah nama, kami semakin maju, kata Dianing.

Tetapi kenapa Cinnabar? Menurut lulusan Design Interior ITB 2004 ini, Cinnabar ialah nama material pembentuk air raksa yang memiliki kandungan toksin. Jadi, kami ingin 'meracuni' beberapa orang dengan produk kami, agar kembali lagi, tutur Dianing.

Septian, Dianing, serta teman-teman awalannya terjun ke usaha ini cuma bermodal nekat. Bila ada pesanan, mereka akan minta si pemesan memberikan uang muka. Uang muka itu yang digunakan jadi modal kerja. Perlengkapan juga kadang masih pinjam dari rekan.

Cuma semangat serta kemauan membara yang membuat Septian serta Dianing masih bertahan. Serta, sesudah ditinggal rekan-rekan mereka serta Java Craft sempat amburadul, keduanya masih setia ada di jalan usaha ini.

Septian kembali kenang, order pertama hadir dari satu perusahaan rokok, sejumlah Rp 27 juta. Perusahaan rokok itu meminta dibuatkan pisau pembuka surat serta pemberat kertas dengan paket kotak kayu untuk cendera mata sekitar 60 set.

Order ke-2 hadir dari pabrik tekstil di Purwakarta sejumlah Rp 15 juta. Manajemen ingin memberikan hadiah pemilik pabrik yang berulang-ulang tahun ke-50 dengan plakat berlapis emas 18 karat ukuran 50 x 50 cm.

Yang unik, cendera mata ini memiliki bahan logam duralum aluminium (duralium). Buat Septian serta teman-teman saat itu, penggunaan bahan kombinasi aluminium serta mangan ini termasuk baru. Sekaligus juga ngetes pengetahuan, tuturnya.

Ada kesenangan, kenikmatan, serta rintangan tertentu waktu membuat duralium. Berbahan yang getas, Septian menerangkan, enak digergaji. Serbuknya pun tidak melekat seperti aluminium. Bila diampelas, permukaannya dapat sebening kaca serta tidak kusam oleh panas serta hujan.

Tetapi kekurangan bahan ini ialah gampang patah bila ditekuk. Permasalahan ini sebagai rintangan buat kami pecahkan, tuturnya.

Mungkin sebab menganggap terus mendapatkan rintangan serta dapat memberi kepuasan konsumen setia, Septian serta Dianing masih bertahan.

Ditambah lagi pabrik tekstil di Purwakarta itu nyatanya senang dan jadi konsumen setia. Mereka pesan plakat berlapis emas 18 karat seharga Rp 20 juta serta sepasang plakat relief pabrik dengan nilai sama. Diantaranya serta dipersembahkan untuk Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo saat berkunjung ke pabrik itu.

Kreasi Cinnabar sekarang terus berkembang serta semakin diketahui. Untuk jaga kualitas, menurut Septian, pesanan cuma dibatasi 60-70 unit. Bila ada yang masih memaksakan, pemesan umumnya ditempatkan ke studio workshop lain.

Hitung-hitung buat rejeki ke lainnya, sebab rekan-rekan seringkali kasih order ke kami, tuturnya. Tiap karya dikasih garansi. Waktu berlakunya bergantung type produk yang dipesan.

Dianing memberikan tambahan, mereka berupaya membuat type atau mode satu produk yang berlainan keduanya. Bila pesanan ada yang seperti, client disodori inspirasi lain sebab mereka tidak terima pesanan yang modelnya telah market.

Masalah omzet, Dianing akui, masih dibawah Rp 100 juta per pemesanan. Yang penting, order terus mengalir. Sekarang Cinnabar tengah mengakhiri pengerjaan sepuluh lampu manekin, pesanan satu distro baju di Bandung, sejumlah Rp 10 juta.

Mereka mendapatkan order patung batu menhir setinggi 5 mtr. yang akan menandai pengoperasian satu hotel baru di Kota Kembang seharga Rp 21 juta. pembuatan papan nama memiliki bahan batu andesit serta logam duralium untuk satu tempat wisata di Bogor.

Ke depan, Cinnabar ingin punyai ruangan pamer sendiri untuk pelebaran jaringan pemesan. Pemasaran melalui tebar kartu nama dirasa belum cukup. Sedang jika turut pameran gratis yang diselenggarakan pemda, justru tidak pas target. Kami ini usaha kecil tetapi dengan pangsa menengah ke atas, kata Dianing.

Sabtu, 19 Oktober 2019

MAP Benarkan Lotus Department Store Akan Tutup, Faktanya?

Jakarta - Corporate Secretary PT Partner Adiperkasa (MAP) Tbk Fetty Kwartati membetulkan Lotus Department Store punya perusahaan akan ditutup. Gerai Lotus yang ada di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, ramai diserang konsumen semenjak ada berita akan ditutup serta memberi potongan harga besar.

“Betul,” katanya singkat lewat pesan pendek lewat WhatsApp waktu dihubungi Tempo, Selasa, 24 Oktober 2017.

Simak juga: Lotus Department Store Diberitakan Tutup, Toko Diserang Konsumen

Fetty tidak memberi keterangan selanjutnya tentang pemicu tutupnya gerai Lotus itu. Usaha.com mengatakan MAP tengah merestrukturisasi portofolio usaha yang ada. MAP putuskan hentikan usaha department store dengan merek Lotus, yang diurus anak perusahaan, PT Java Retailindo.

Awalnya, Roy Nicolas Mandey, Ketua Umum Asosiasi Entrepreneur Ritel Indonesia (Aprindo), akui belum memperoleh pengakuan sah dari faksi MAP berkaitan dengan penutupan gerainya di Thamrin. Walau sebenarnya MAP adalah anggota Aprindo. Dia akui tahu berita itu dari media.

Akan tetapi, Roy menerangkan, keadaan industri retail sekarang sedang dalam waktu pemulihan. Hal tersebut dikarenakan melemahnya perkembangan industri retail pada semester setahun ini. Roy mengklaim pertumbuhannya tidaklah sampai 4 %, yaitu seputar 3,75 %.

Selanjutnya, dia menjelaskan beberapa entrepreneur retail masih berusaha menghidupkan perform dari semester satu tempo hari. Diantaranya dengan meredefinisi penyimpangan industri retail.

Yang disebut Roy jadi meredefinisi seperti mengevaluasi lagi tempat penjualan. “Lokasi ini hal penting yang dilihat pertama kalinya buka retail,” katanya.

Menurut dia, pemeriksaan lagi itu berkaitan dengan tersedianya customer serta pasar di tempat department store ada. Dia menerangkan, bila customer di seputar tempat mal telah jemu serta tidak relevan, relokasi akan dikerjakan.

Diluar itu, industri retail sekarang merencanakan meningkatkan serta kurangi format department store. Pengurangan atau menambahkan itu akan ikuti rutinitas serta style tidak mati konsumen setia.

Sebelum Lotus Department Store, beberapa gerai punya Seven Eleven, Ramayana, serta Matahari sudah ditutup.

Rabu, 16 Oktober 2019

Ganjil Genap Tol Bekasi Timur dan Barat Berlaku Penuh Akhir 2018

Ganjil Genap Tol Bekasi Timur serta Barat Berlaku Penuh Akhir 2018

Jakarta- Kepala Biro Komunikasi serta Info Publik, Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan menjelaskan skema ganjil genap di gerbang tol Bekasi Barat serta Bekasi Timur akan diresmikan penuh. Akan diaplikasikan dengan penuh di akhir tahun, tutur ia dalam info tercatat, Sabtu, 24 November 2018.

Simak juga: Ganjil Genap di Tol Tambun, BPTJ Sediakan 13 Bis Premium

Kebijaksanaan itu, kata Hengki, untuk kurangi kemacetan kronis selama tol Jakarta-Cikampek. Tidak hanya karena volume kendaraan yang meluap, kemacetan dikarenakan beberapa project pembangunan yang sedang berjalan.

Hengki menerangkan ada banyak titik kemacetan kronis selama tol Jakarta-Cikampek. Kemacetan itu berada di Kali Bekasi, dimana ada pembuatan project LRT Jabodetabek. Selanjutnya di Cikunir,jadi titik kemacetan karena pekerjaan jalan tol elevated serta kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Penerapan ganjil-genap, tutur Hengki, adalah salah satunya usaha yang dikerjakan untuk kurangi kemacetan di tol Japek. Diluar itu, penetapan kendaraan angkutan barang kelompok III, IV serta V yang lewat. Dan penyiapan beberapa langkah penegakan hukum yang lebih tegas, kata Hengki.

Selanjutnya, tutur Hengki, penyediaan bis premium yang memakai jalan spesial yang diresmikan pada Senin-Jumat, jam 06.00-09.00. Hengkimenyarankan warga untuk menghindarkan tol Japek malam hari. Faktanya, penerapan pekerjaan konstruksi biasanya dikerjakan saat malam hari yakni mulai jam 22.00 - 05.00.

Penataan pekerjaan proyek-proyek itu, kata Hengki, dikerjakan konsultan manajemen konstruksi yang dikoordinasikan oleh BPTJ, tanpa ada mengganggu sasaran penyelesaian pembuatan masing-masing project. Jadi bisa diyakinkan, tidak ada project yang molor serta terlambat. Semua pekerjaan dituntaskan sesuai dengan waktu yang direncanakan, papar ia.

Menurut Hengki, upaya-upaya seperti skema ganjil genap itu dikerjakan untuk memperoleh keadaan yang lebih baik. Hingga, pembuatan project masih berjalan serta usai sesuai dengan sasaran. Diluar itu, jalan raya tol Jakarta Cikampek juga tidak alami kemacetan yang kronis.